Tepat di tengah jalanan itu pertama kali ku melihatmu. Seketika saja aku sadar meskipun saat itu pertama kalinya aku melihatmu. Sebelum itu, nyatanya aku sudah luluh padamu.

Entah sudah berapa banyak waktu yang terlewat sejak saat itu. Sebulan ? Dua bulan ? 1 tahun ? 2 tahun ? Entahlah. Waktu bergerak begitu cepat setiap aku mengingatmu.

Entahlah, mungkin aku sama saja seperti yang lain. Dan sepertinya dirimu masih saja enggan beranjak dari sana. Aku sebenarnya ingin pergi dari dirimu. Apapun akan kulakukan. Sudah kucoba berkali kali tetapi, berkali kali pula aku harus kembali padamu. Mungkin memang belum saatnya.

Tidak sekali dua kali aku mendengar apa saja celahmu. Aku pun tau sebenarnya yang mereka katakan benar adanya. Aku pun tak mengerti dengan diriku.

Mungkin nanti ada kalanya Tuhan mengizinkan aku pergi darimu atau memang aku harus tetap bersamamu.


Ini tentang bagaimana bersikap biasa saja ketika kamu pernah punya rasa yang tak biasa.
Me (via diaanosaurus)

Tidak. Jangan terbahak seperti ini, ini hanya fatamorgana oase. Ketika kau dekati, kau hanya akan menemukan dirimu sendiri di sana. Berdiri bersama kekeringan.

Tidak. Sudah cukup semua ini. Jika memang kau tidak ingin menenggak obat maka, mengapa kau harus mau sakit ? Semua ini hanya sejenak mencari persinggahan karena terik matahari. Maka, ketika teduh menghampiri, lagi - lagi kau hanya akan menemukan dirimu sendiri.

Selalu ada pesan di balik semua cerita. Pun ketika kau menemukan sesuatu yang membuatmu sakit. Terkadang, Tuhan menyelamatkanmu dalam cara yang menurutmu sakit, tetapi percayalah, itu adalah cara termudah Tuhan memperingatkanmu untuk berhenti.

Aku, ketika semua lelah memuncak.

Menanti Senja, Menunggu Jingga.

Pernahkah kau lihat betapa indah langit senja ?
Alangkah lebih indahnya jika engkau ada di sini. Duduk bersana memacu detak jantungku. Memainkan lagu cinta bersamaku.
Pernahkah kau lihat semburat jingga terindah langit senja ?
Ya. Itu jika kita bersama - sama melukis wajah cinta di langit senja. Cukup dengan duduk membisu denganmu membuatku lemah tak berdaya.
Maka, ingatlah ini.
Aku sudah cukup dengan segala omong kosongmu. Karena aku menanti janji setiamu. Katakan seribu kali cinta, maka yang kupercaya hanya ketika kau mengesahkan di depan Tuhan.


Lover.

"Hai, ini sudah jam 7 malam. Ketemu yuk! Tempat biasa ya."

Begitu katamu lewat SMS. Kemudian aku bergegas pergi dan menunggumu. Di tempat biasa.

Seperti biasa, kau selalu datang dengan senyum terkembang. Kemudian, seperti biasa kita menyusuri taman yang penuh dengan muda mudi yang bergandeng tangan. Tapi, aku hanya berjalan di sisimu. Mendengarkanmu bercerita tentang harimu. Hatiku ? Jangan tanyakan. Aku sudah tidak tau bagaimana rupanya. Mungkin sudah amburadul hampir meledak. Kau masih terus bercerita dan akan berhenti sejenak ketika kita sudah sampai di tukang bakso langganan kita.

"Bang, 2 mangkok ya. Satu pedas, satu putihan aja."

Rupanya kau sudah hapal dengan seleraku. Lagi - lagi aku tersenyum mendengarnya. Bahagia ? Pasti. Sembari menunggu tukang bakso yang memang ramai dengan pengunjung, kau melanjutkan lagi ceritamu. Aku selalu mendengarkan dengan setia. Sesekali melontarkan tawa dan nasihat. Hingga bakso siap kita makan. Kemudian senyap menghampiri kita untuk sementara waktu. Hanya ada suara sendok yang beradu dengan mangkok. Entah mengapa hatiku merasa sepi dan perih. Tapi, aku tetap tersenyum untukmu. Selesai dengan bakso, kau lanjutkan ceritamu. Hingga tanpa terasa jam 10 sudah datang lagi.

"Yaah, udah jam 10 nih. Pulang yuk."

Aku hanya bisa mengangguk pasrah. Kemudian lagi - lagi kau mengantarku pulang. Tanpa sepengetahuanmu aku berjalan lambat hanya agar waktu bersamamu sedikit lebih lama lagi.

"Sampai jumpa besok di kampus yaaaa." Lagi - lagi kau mengatakan itu dengan tawa kecil. Dan aku benci sekali mendengarnya, tapi aku tetap memaksakan senyumku. Kau pun pergi sedangkan aku masih memandangi punggungmu yang perlahan menjauh hingga tak terlihat lagi, barulah aku masuk ke rumah.

Esok paginya, aku mencari - carimu di seluruh penjuru kampus. Betapa bahagianya aku ketika melihatmu berjalan di depan auditorium dengan melambaikan tangan ke arahku. Aku tersipu. Belum pernah kau berjalan ke arahku dengan senyum yang begitu lebarnya serta wajah yang begitu gembira.

"Oooi, aku sudah mencarimu sejak pagi. Kemana saja ?"

Baru saja aku membuka mulu tuntuk menyautimu. Kemudian tiba - tiba seseorang menyalipku dan memelukmu.

Brukk.
Bukuku terjatuh.
Dunia seperti melambat. Kalian masih berpelukan. Mungkin telingaku sedang bermasalah karena sejalan dengan dunia yang melambat, dunia juga menjadi senyap. Ketika akal sehatku sudah kembali dan dunia menjadi normal, yang kutahu kalian hanya melewatiku seperti angin. Tak ada sapaan. Hatiku perih seperti biasa.

Harusnya aku sadar ini bukan malam hari. Harusnya aku tau bahwa sejatinya kau memang bukan milikku. Dan kuputuskan untuk menunggu malam hari kembali.

Dan tanpa kusadari hari sudah malam.
“Hai, ini sudah jam 7 malam. Ketemu yuk! Tempat biasa ya.”
As the message reached my phone, I realized that we’re just night lover.

©gustiard


Udah 20 tahun gini - gini aja lo, gus ?
Sometimes. Another part of me.

Falling.

Aku rindu.
Aku rindu debaran jantungku.
Aku rindu merasakan gugup.
Aku rindu tersipu.
Dan aku rindu jatuh cinta.
Tapi, itu sudah tak mungkin.
Rinduku sudah kau bawa pergi.
Mengikutimu kemanapun kau berlari.


DREAMDELION, RUMAH PERUBAHAN, & ASOSIASI KEWIRAUSAHAAN SOSIAL INDONESIA proudly present:

NATIONAL SEMINAR
“Energizing Youth Spirit Through Social Business Era”

September 17th, 2014 at Majelis Ulama Indonesia, Depok (near Depok Baru Station)

FREE 300 limited seat! daftar ke CP 
format sms: Nama_Instansi_NoHp_Email
you’ll get a whole package of knowledge and inspiration about social business

CONFIRMED SPEAKER
1. Prof. Rhenald Kasali, Ph.D - Rumah Perubahan
2. Nita Roshita - Ashoka Indonesia
3. Adjie Wicaksana - Innovation for Community Development Center
4. Wempy Dyocta Koto - Wardour & Oxford
5. Silverius Oskar Unggul a.k.a Onte - Telapak Indonesia
6. Nurrohim - Sekolah Master
7. M. Bijaksana Junerosano - Greeneration Indonesia
8. Al Fatih Timur - kitabisa.co.id
And many more! 

CP:
Upi (088801318273)
Rara (08970782395)
Imas (087834708571)

For updates about #NationalSeminar go follow @nsbcamp and @dreamdelion

DREAMDELION, RUMAH PERUBAHAN, & ASOSIASI KEWIRAUSAHAAN SOSIAL INDONESIA proudly present:

NATIONAL SEMINAR
“Energizing Youth Spirit Through Social Business Era”

September 17th, 2014 at Majelis Ulama Indonesia, Depok (near Depok Baru Station)

FREE 300 limited seat! daftar ke CP
format sms: Nama_Instansi_NoHp_Email
you’ll get a whole package of knowledge and inspiration about social business

CONFIRMED SPEAKER
1. Prof. Rhenald Kasali, Ph.D - Rumah Perubahan
2. Nita Roshita - Ashoka Indonesia
3. Adjie Wicaksana - Innovation for Community Development Center
4. Wempy Dyocta Koto - Wardour & Oxford
5. Silverius Oskar Unggul a.k.a Onte - Telapak Indonesia
6. Nurrohim - Sekolah Master
7. M. Bijaksana Junerosano - Greeneration Indonesia
8. Al Fatih Timur - kitabisa.co.id
And many more!

CP:
Upi (088801318273)
Rara (08970782395)
Imas (087834708571)

For updates about #NationalSeminar go follow @nsbcamp and @dreamdelion


Hidden.

Tentang cinta sendiri.
Ada yang bilang,”Aku mencintaimu itu urusanku, apakah kau mencintaiku atau tidak itu urusanmu.” Terkadang iya benar, tapi bukankah setiap manusia itu mengharapkan pembalasan ? Maka, terkadang kalimat seperti itu terkesan omong kosong.

Tentang cinta sendiri.
Memutuskan untuk memeluk kesendirian itu tidak mudah. Apalagi membuka hati untuk segala cinta yang datang, tetapi tetap memilih sendiri. Selalu susah tapi, bukan tidak mungkin dilakukan.

Tentang cinta sendiri.
Memandangmu selalu menyenangkan pun dari jauh. Apalagi jika bisa bercanda denganmu. Bahkan aku tidak berani membayangkannya. Terlalu sesak oleh gembira dada ini. Sudah cukup mendapat kesempatan melihatmu.

Tentang cinta sendiri.
Terkadang hati ini sudah merasa lelah menunggumu yang ternyata sedang menunggu orang lainnya. Ingin rasanya berpindah. Tapi, ternyata Tuhan masih menghendakiku berpapasan denganmu di jalan ini. Lagi - lagi aku tidak mungkin bisa bergerak kemana mana. Lagi - lagi aku tenggelam dalam cinta sendiri.

Tentang cinta sendiri.
Kali ini aku mencoba beranjak. Apa daya? Ternyata Tuhan tidak mengizinkanku berhenti pada persinggahan ini. Sakit memang. Dia sepertimu. Menunggu orang lain, bahkan tersakiti orang lain. Sedangkan aku ? Lagi - lagi, yah, lagi - lagi aku hanya bisa cinta sendiri.


Ada sebagian orang yang mendeklarasikan dirinya sebagai rumah untuk seseorang. Bahwa pintu itu tidak pernah tertutup hanya untuk seseorang itu, karena sesungguhnya pintu itu memang tidak pernah benar - benar tertutup pun ketika orang itu telah pergi untuk mencari rumah lainnya.