Ada sebagian orang yang mendeklarasikan dirinya sebagai rumah untuk seseorang. Bahwa pintu itu tidak pernah tertutup hanya untuk seseorang itu, karena sesungguhnya pintu itu memang tidak pernah benar - benar tertutup pun ketika orang itu telah pergi untuk mencari rumah lainnya.

diaanosaurus:

kurniawangunadi:

Pertanyaan : Sering orang berkata, laki-laki dilihat masa depannya, wanita dilihat masa lalunya, bagaimana menurut mas Gun?

Ini saya jawab :
Saya akan menjawab dengan pendapat pribadi, jadi ini subjektif ya :)Menurut saya, kalimat tersebut sangat picik dan cenderung menyudutkan perempuan. Saya laki-laki dan ketika membicarakan perempuan saya selalu berkaca bagaimana bila itu adalah ibu saya, saudara perempuan saya, atau istri dan anak-anak perempuan saya nantinya.Masa lalu itu dimiliki setiap orang, baik laki-laki dan perempuan. Tidak ada yang salah dengan masa lalu. Sayangnya, manusia di jaman kita ini senang sekali membicarakan masa lalu sampai dibuat di program televisi sebagai infotainment (hiburan informasi). Saat informasi mengenai aib justru dijadikan bahan hiburan. Ya keadaan memang seperti itu kan sekarang.Kalimat pernyataan bahwa “Laki-laki dilihat dari masa depan dan perempuan dari masa lalu” seperti propaganda untuk menguntungkan laki-laki saja. Saya lebih suka melihat seseorang di masa sekarang dan visinya di masa depan lalu dilihat bagaimana dulu dia di masa lalu. Masa depan-sekarang-masa lalu adalah satu kesatuan. Berada dalam satu jiwa dalam satu individu dan jasad. Masing-masing memilikinya dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Kecuali orang itu amnesia, tapi tetap saja orang lain akan menyimpan memori tentang masa lalunya itu.Perempuan, dengan segala penghormatan saya. Sebab ibu saya adalah seorang perempuan. Masa depan yang ada padanya jauh lebih penting daripada apa yang terjadi di masa lalunya. Seburuk apapun masa lalu itu.
Bahkan Allah saja selalu memberikan kesempatan kepada manusia untuk mengubah dirinya menjadi baik. Memaafkan masa lalu yang mungkin penuh kesalahan.
Bila kita berada dalam posisi itu, dilihat dari masa lalunya. Apa kita mau? Coba tanya ke diri sendiri :)Kita semua diajarkan untuk berprasangka baik, kan? :)


Semoga kamu tak melihat dari masa lalu ku ya :)

diaanosaurus:

kurniawangunadi:

Pertanyaan : Sering orang berkata, laki-laki dilihat masa depannya, wanita dilihat masa lalunya, bagaimana menurut mas Gun?

Ini saya jawab :

Saya akan menjawab dengan pendapat pribadi, jadi ini subjektif ya :)

Menurut saya, kalimat tersebut sangat picik dan cenderung menyudutkan perempuan. Saya laki-laki dan ketika membicarakan perempuan saya selalu berkaca bagaimana bila itu adalah ibu saya, saudara perempuan saya, atau istri dan anak-anak perempuan saya nantinya.

Masa lalu itu dimiliki setiap orang, baik laki-laki dan perempuan. Tidak ada yang salah dengan masa lalu. Sayangnya, manusia di jaman kita ini senang sekali membicarakan masa lalu sampai dibuat di program televisi sebagai infotainment (hiburan informasi). Saat informasi mengenai aib justru dijadikan bahan hiburan. Ya keadaan memang seperti itu kan sekarang.

Kalimat pernyataan bahwa “Laki-laki dilihat dari masa depan dan perempuan dari masa lalu” seperti propaganda untuk menguntungkan laki-laki saja. Saya lebih suka melihat seseorang di masa sekarang dan visinya di masa depan lalu dilihat bagaimana dulu dia di masa lalu. Masa depan-sekarang-masa lalu adalah satu kesatuan. Berada dalam satu jiwa dalam satu individu dan jasad. Masing-masing memilikinya dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Kecuali orang itu amnesia, tapi tetap saja orang lain akan menyimpan memori tentang masa lalunya itu.

Perempuan, dengan segala penghormatan saya. Sebab ibu saya adalah seorang perempuan. Masa depan yang ada padanya jauh lebih penting daripada apa yang terjadi di masa lalunya. Seburuk apapun masa lalu itu.

Bahkan Allah saja selalu memberikan kesempatan kepada manusia untuk mengubah dirinya menjadi baik. Memaafkan masa lalu yang mungkin penuh kesalahan.

Bila kita berada dalam posisi itu, dilihat dari masa lalunya. Apa kita mau? Coba tanya ke diri sendiri :)

Kita semua diajarkan untuk berprasangka baik, kan? :)

Semoga kamu tak melihat dari masa lalu ku ya :)


Mankind.

Bukankah seharusnya menjadi manusia itu mudah ? Bukankah aturannya itu hanya sesederhana melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya ?

Aku sendiri tidak mengerti mengapa hidup menjadi serumit ini. Aku sendiri tidak mengerti bagian mana dari hidupku yang seharusnya aku ubah. Aku sudah terlalu banyak melakukan dosa. Hingga di suatu titik aku tidak yakin Tuhan dapat memaafkanku. Hingga terkadang ada hari - hari aku menjadi takut pada kematian.


Yuk beramal! :)

Yuk beramal! :)


Hati kan di dalam, sama seperti seseorang yang mengenakan kerudung, seberantakan apapun rambutnya nggak akan keliatan.
Mbnyol a.k.a Ria Laraswati

Welcome Again.

Hai, selamat datang lagi. Perasaan yang lama bersembunyi. Terima kasih sudah menyenyakkan tidurku malam kemarin. Apakah kamu memang tipe yang seperti ini ? Jika dicari maka tak kunjung bertemu, namun jika diabaikan tiba - tiba saja muncul. Tak apa, tak apa. Tetaplah seperti itu. Dengan begitu, aku sedikit demi sedikit merindukanmu.

Hai, selamat bertemu lagi lain waktu. Tuhan selalu tahu waktu terbaik untuk mempertemukan kita dan semoga Tuhan memang mempertemukan kita lagi. :)


Terima kasih pernah datang,
lalu menghilang.

Terima kasih pernah ada, lalu tiada.

Terima kasih pernah menghibur, lalu kabur.

Namun aku tetap yakin, segala yang diaturkan oleh Allah dalam kehidupan ini semuanya akan memberikan hikmah diluar jangkaan kita. :)


Ingatkah kamu? Sebelum kita sejauh matahari, kita pernah sedekat nadi.

How am I supposed to ignore this super duper damn cute animal ? Uwuwuwu

How am I supposed to ignore this super duper damn cute animal ? Uwuwuwu

(via ouradorablecats)